<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://satusatu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satusatu.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Jan 2008 01:21:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='satusatu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://satusatu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://satusatu.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://satusatu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEJARAH KERIS</title>
		<link>http://satusatu.wordpress.com/2007/05/22/8/</link>
		<comments>http://satusatu.wordpress.com/2007/05/22/8/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 00:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusatu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusatu.wordpress.com/2007/05/22/8/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; Keris, Sang Istri KeduaSALAH satu hasil cipta karsa dan karya adiluhung bangsa Indonesia adalah keris. Sebagai warisan budaya, berbagai corak atau jenis keris juga dapat kita jumpai di seluruh pelosok nusantara. Bahkan, bagi sebagian masyarakat, keris tidak hanya memiliki kekuatan isoteri, tetapi juga eksoteri. SEORANG empu (pembuat keris) muda tengah menatah keris, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusatu.wordpress.com&amp;blog=965542&amp;post=8&amp;subd=satusatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" width="1">
<tr>
<td class="contentheading" width="100%">&nbsp;</td>
<td class="buttonheading" align="right" width="100%">&nbsp;</td>
<td class="buttonheading" align="right" width="100%">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman"><font size="5">Keris, Sang Istri Kedua</font></font><font face="Times New Roman">SALAH satu hasil                 cipta karsa dan karya adiluhung bangsa Indonesia adalah keris. Sebagai warisan budaya,                 berbagai corak atau jenis keris juga dapat kita jumpai di seluruh pelosok nusantara.                 Bahkan, bagi sebagian masyarakat, keris tidak hanya memiliki kekuatan <i>isoteri,</i>                 tetapi juga <i>eksoteri</i>. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"></p>
<table style="float:right;margin-left:5px;margin-bottom:5px;" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" width="250">
<tr>
<td align="center"><img src="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/16/04keris.gif" border="1" height="333" width="250" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#e0e0e0"><i>SEORANG empu (pembuat keris) muda tengah                     menatah keris, saat melakukan demo membuat keris di Pameran Keris Benteng Vredeburg                     Yogyakarta, Rabu (15/3). Untuk satu bilah keris diperlukan waktu pembuatan sedikitnya dua                     bulan.*</i>NURHANDOKO/&#8221;PR&#8221;</td>
</tr>
</table>
<p></font><font face="Times New Roman">Namun demikian, ada pula yang mengabaikan kedua hal itu, dan lebih pada kecintaan akan                 kandungan nilai historis. Alasannya, dengan melacak sejarah keris, akan dapat menguak                 sejarah masa lampau, saat keris itu dibuat. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Ibarat seorang tentara yang menganggap senjata api sebagai istri kedua, bagi penggemar                 keris atau <i>tosan aji</i> juga akan menganggap barang tersebut istri kedua yang juga                 harus selalu mendapat perhatian. Artinya, adanya aktivitas untuk merawat dengan baik. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Dalam perkembangan budaya masyarakat Jawa, keris dipercaya sebagai salah satu tolok                 ukur serta perlambang laki-laki sejati. Terlebih dengan munculnya pandangan bahwa                 kesempurnaan hidup seorang laki-laki harus memenuhi lima unsur, yakni <i>curigo</i>                 (keris/senjata), <i>turonggo</i> (kuda/kendaraan), <i>wismo</i> (rumah), wanito (istri),                 dan <i>kukilo</i> (burung/hiburan). </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Misalnya soal senjata, apabila dikaitkan dengan kondisi sekarang, bisa diartikan dengan                 kekuasaan, pangkat, derajat. Kadang kala, seorang baru dikatakan laki-laki apabila                 memiliki kendaraan mewah, rumah besar berikut perabotan, dan istri cantik. Meski secara                 materi telah tercukupi, ternyata masih belum bisa memuaskan apabila kebutuhan rohani,                 dalam hal ini hiburan belum terpenuhi. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Melongok sejarah keris, ibaratnya kita kembali kekejayaan masa lampau. Bahkan dari                 sebilah keris, juga dapat diperkirakan pada masa kerajaan apa ketika senjata itu dibuat.                 Menurut cerita, semakin tua usia keris, bentuknya semakin sederhana. Hal itu sebenarnya                 juga bisa dimaklumi karena peradabannya yang masih sangat sederhana.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font></p>
<p align="center"><font face="Times New Roman">** </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">SEORANG empu sebelum membuat keris, juga harus melakukan berbagi &#8220;laku&#8221; atau                 ritual khusus, misalnya berpuasa 40 hari. Makna secara filosofis, jika hendak melakukan                 pekerjaan harus bersih, tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikis.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Untuk membuat keris, tidak hanya dibutuhkan satu campuran logam, tetapi lebih dari tiga                 jenis, misalnya besi biasa, baja, nikel, emas, termasuk ada keris yang dibuat dengan bahan                 baku batu meteor. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Percampuran logam serta banyaknya lipatan (logam disusun, kemudian dilipat-lipat, mulai                 lipatan enam, 12, 18, 36 dan seterusnya disesuaikan dengan kebutuhan) akan menentukan                 &#8220;pamor&#8221; yang diinginkan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">&#8220;Saya sudah tiga tahun ikut empu belajar membuat keris, tetapi sampai saat ini                 terasa masih jauh dari kesempurnaan. Mungkin kalau sekadar membuat fisik, sudah bisa,                 tetapi agar keris yang dibuat memiliki ’cahaya’, saya masih harus banyak                 belajar, tidak hanya secara fisik tetapi juga pengendapan rasa. Tidak bisa sembarang                 melipat logam, perbandingan logam, serta pemanasannya berapa lama. Bisa jadi, bahan baku                 yang semula misalnya lima kilogram, setelah menjadi keris hanya seperempat kilogram atau                 bahkan kurang dari itu,&#8221; tutur Agus asal Solo, saat kegiatan Pameran Keris, di                 Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pekan lalu.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Berbagai sumber menyebutkan, keris sarat dengan makna filosofi. Paling tidak salah                 satunya ada pemahaman tentang <i>sangkan paraning dumadi</i>, yakni asal manusia lahir dan                 ke mana tujuan hidupnya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">                </font><font face="Times New Roman">Hal itu secara simbolis dapat dilihat dari &#8220;dapur&#8221; yang terdapat dalam keris,                 mulai keris dapur Pinarak dapur Sengkelat. Untuk dapur Pinarak, dapat diasosiasikan bahwa                 kehidupan manusia berumur pendek, atau hidup itu ibarat mampir <i>ngombe</i>. Keris dengan                 luk (lekukan) satu, itu dapat dimaknai bahwa dalam kehidupan memiliki kewajiban mengejar                 sesuatu yang berisi, tidak sia-sia. Keris dengan <i>luk</i> tiga atau Jangkung, luk Lima                 atau Pandawa. Bisa dimaknai manusia dilahirkan dengan lima pancaindra yang harus selalu                 diasah agar selalu dalam kebaikan.(Nurhandoko/&#8221;PR&#8221;)***</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/satusatu.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/satusatu.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusatu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusatu.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusatu.wordpress.com&amp;blog=965542&amp;post=8&amp;subd=satusatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusatu.wordpress.com/2007/05/22/8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f65378defeeaf087f883a39c2b99f3c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">satusatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/16/04keris.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anggota Koperasi</title>
		<link>http://satusatu.wordpress.com/2007/04/09/hello-world/</link>
		<comments>http://satusatu.wordpress.com/2007/04/09/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 01:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusatu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Meluruskan Sejarah Saat ini, di kalangan masyarakat Jawa, terutama di daerahku (Demak) dan kawasan pantai utara lainnya, nama Mahesa Jenar dikenal sebagai seorang prajurit dari kerajaan Demak, yang melanglang buana mencari keris pusaka Naga Sasra dan Sabuk Inten yang hilang dari perbendaharaan kerajaan Demak. Mahesa Jenar dianggap sebagai pendekar yang benar-benar ada, dan telah membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusatu.wordpress.com&amp;blog=965542&amp;post=1&amp;subd=satusatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meluruskan Sejarah</p>
<p>Saat ini, di kalangan masyarakat Jawa, terutama di daerahku (Demak) dan kawasan pantai utara lainnya, nama Mahesa Jenar dikenal sebagai seorang prajurit dari kerajaan Demak, yang melanglang buana mencari keris pusaka Naga Sasra dan Sabuk Inten yang hilang dari perbendaharaan kerajaan Demak.</p>
<p>Mahesa Jenar dianggap sebagai pendekar yang benar-benar ada, dan telah membantu proses transisi pemerintahan kerajaan dari Demak ke Pajang.</p>
<p><img src="http://www.mahesajenar.com/images/mahesajenar.jpg" alt="Mahesa Jenar" align="left" border="0" height="249" hspace="5" vspace="5" width="224" />Padahal, Mahesa Jenar hanyalah tokoh rekaan (fiktif) dari penulis silat <b>Singgih Hadi Mintardja</b>, dalam cerita <b>Naga Sasra dan Sabuk Inten</b>. (rangkaian cerita dapat <a href="http://www.mahesajenar.com/Naga_Sasra_dan_Sabuk_Inten.chm" target="_blank">didownload di sini</a>)</p>
<p>Meledaknya pemuatan cerita ini di radio, novel, TVRI, dan sebagi lakon dalam setiap pementasan kethoprak, menjadikan cerita ini begitu merasuk ke dalam masyarakat Jawa, sampai-sampai banyak yang yakin bahwa itu adalah cerita nyata.</p>
<p>Detail cerita yang meyakinkan, hubungan sejarah dan lokasi yang benar-benar ada, nama-nama tokoh yang terkenal, bahkan senjata dan aji-aji (ilmu kesaktian) yang benar-benar ada, membuat cerita ini diterima sejajar dengan cerita sejarah.</p>
<p>Aku sendiri sejak awal juga menganggap bahwa Mahesa Jenar itu benar ada, meskipun tidak begitu yakin. Silakan lihat di <a href="http://www.mahesajenar.com/2005/12/perjalanan_hidup_mahesa_jenar.html" target="_blank">Perjalanan Hidup Mahesa Jenar</a>.</p>
<p>Nama supporter sepak bola dari Semarang juga menamakan diri Mahesa Jenar, sedangkan nama stadion sepak bola di Solo menggunakan nama Manahan, nama samaran Mahesa Jenar saat sembunyi dari kejaran pasukan Lembu Sora.</p>
<p>Juga terkenal sebuah sumpah dari Mahesa Jenar: &#8220;Aku ora bali ing kraton Demak Bintoro kalamun durung biso nggowo keris Nogo Sosro lan Sabuk Inten&#8221; (Aku tidak kembali ke kerajaan Demak Bintoro kalau belum bisa membawa keris Naga Sasra dan Sabuk Inten)</p>
<p>Sumpah itu aku jadikan sebagai judul blog ini.</p>
<p>Posisi S.H. Mintardja sebagai pegawa negeri dalam bidang kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Yogyakarta, tidak mengherankan kalau beliau mengetahui banyak tentang sejarah kerajaan Demak dan yang terkait dengannya, misalnya Majapahit, Mataram dan Pajang.</p>
<p>Lalu, anggapan masyarakat bahwa Mahesa Jenar itu benar ada, memang tidak ada salahnya. Namun bisa saja hal tersebut suatu saat akan membingungkan sejarah.</p>
<p>Misalnya sudah beberapa kali orang menanyakan padaku: &#8220;Apa hubungannya Mahesa Jenar dengan Syeh Siti Jenar?&#8221;</p>
<p>Ya jelas gak ada hubungannya. Yang satu nyata dan satunya lagi fiktif <img src="http://www.mahesajenar.com/mt-static/plugins/Ajaxify/tinymce/jscripts/tiny_mce/plugins/emotions/images/smiley-laughing.gif" alt="Laughing" border="0" /></p>
<p>Aku mempergunakan nama Mahesa Jenar sebagai nama domain ini, karena itu adalah tokoh favoritku. Memiliki sifat dan pandangan hidup seperti yang sebagaimana aku inginkan.</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://bagusalfa.blogspot.com/2006/03/kembalinya-mahesa-jenar.html" target="_blank">KEMBALINYA MAHESA JENAR</a><br />
<a href="http://mimbar2006.blogspot.com/2006/03/sh-mintardja-telah-tiada.html" target="_blank">SH Mintardja Telah Tiada</a></p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<div align="left"></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/satusatu.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/satusatu.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusatu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusatu.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusatu.wordpress.com&amp;blog=965542&amp;post=1&amp;subd=satusatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusatu.wordpress.com/2007/04/09/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f65378defeeaf087f883a39c2b99f3c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">satusatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mahesajenar.com/images/mahesajenar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mahesa Jenar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mahesajenar.com/mt-static/plugins/Ajaxify/tinymce/jscripts/tiny_mce/plugins/emotions/images/smiley-laughing.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Laughing</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
